Kelompok Kerja Kritisi Lonjakan Hotel

Seperti kebanyakan masalah di beberapa destinasi kota wisata, hotel Yogyakarta telah mencapai angka yang cukup memprihatinkan karena jumlahnya sudah cukup banyak. Berangkat dari masalah tersebut, tentu saja ini akan mempengaruhi perencanaan tata kota kota Yogyakarta jika dibiarkan secara terus menerus adanya pembangunan hotel baru. Hal ini juga yang menjadi perhatian pemerintah kota Yogyakarta hingga akhirnya membentuk kelompok kerja (pokja) yang merupakan gabungan beberapa instansi terkait untuk melakukan kajian terhadap kebijakan pembangunan hotel baru di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Tidak tanggung-tanggung, para ahli dari Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), Bagian Legal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ditambah Dinas Perizinan siap mengkaji kembali aturan pembangunan hotel sebagai upaya pengendalian dan menekan pembangunan hotel baru di kota pendidikan tersebut. Dinas Perizinan pun telah melakukan langkah nyata dengan membekukan terlebih dahulu izin baru penerbitan pembangunan hotel sembari menunggu hasil kajian dari pokja. Itu berarti, sampai kajian tersebut selesai, pemerintah kota tidak akan menerbitkan izin pembangunan hotel baru.

Meskipun sedang tidak memberikan izin pembangunan, nyatanya tidak mengurangi investor yang ingin membangun hotel, beberapa investor dikabarkan masih mengajukan izin walaupun tahu belum akan diterbitkan izinnya. Hingga saat ini saja, selama tahun 2012 dan 2013, terdata 64 hotel baru telah mengajukan izin pembangunan. Sebagian besar, hotel-hotel tersebut dalam proses pembangunan. Primadona pembangunan hotel Yogyakarta tidak lain dan tidak bukan adalah area Malioboro yang menjadi pusat wista utama Kota Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *